Share

Toyota: Dampak Krisis Chip Semikonduktor Terparah Ada di Jepang

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Senin 31 Oktober 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 52 2698108 toyota-dampak-krisis-chip-semikonduktor-terparah-ada-di-jepang-zXKPHJtOZF.JPG Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAKARTA โ€“ Toyota Motor Corporation mengklaim dampak terparah kelangkaan chip semikonduktor terparah dirasakan di Jepang dibandingkan dengan negara lain. Meski begitu, Toyota tetap mengklaim produksi kendaraan meningkat cukup pesat, yakni 30% pada September 2022.

Pada krisis kali ini, Toyota merasakan dampak terparah dibandingkan dengan pabrikan kendaraan lain. Krisis ini membuat Toyota terpaksa mengurangi target produksi tahunan.

Dikutip dari Reuters, diketahui Toyota memproduksi 887.733 kendaraan secara global pada September 2023. Jumlah tersebut meningkat hingga 73% di bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Kendati demikian, juru bicara Toyota mengungkapkan bahwa perusahaan Toyota tidak melihat pencapaian di bulan September sebagai keuntungan, melainkan sebagai upaya pemulihan.

Sekadar informasi, penjualan global pada periode Juli-September meningkat 4%. Pada bulan April Toyota mampu Toyota memproduksi 4.482.600 unit kendaraan di seluruh dunia.

Berdasarkan jumlah tersebut, terjadi peningkatan hingga 10% pada tahun ini ini namun masih kurang 5% lagi di tahun ini karena telah memproduksi 9,7 juta kendaraan untuk mencapai rekor baru.

Di sisi lain, penutupan pabrik Toyota di Rusia lantaran invasi ke Ukraina membuat pihak Toyota optimis dapat meraih target produksi hingga 9,7 juta unit kendaraan pada Maret 2023.

โ€œMeski Toyota baru-baru ini mengatakan ada kemungkinan kuat untuk merevisi target 9,7 juta, jumlah produksi itu sendiri telah meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,โ€ kata Seiji Sugiura, analis senior di Tokai Tokyo Research Institute seperti dilansir Reuters.

โ€œJadi, meski jumlah kendaraan tidak seperti yang diharapkan Toyota, saya yakin ini bergerak menuju pemulihan produksi. Untuk saat ini, kita akan melihat kembali penjualan dengan jumlah produksi,โ€ ungkapnya.

Toyota telah memberi peringatan kepada pemasok untuk menetapkan target global menjadi 9,5 juta kendaraan dan mengisyaratkan bahwa perkiraan dapat diturunkan, tergantung pada pasokan baja.

Oleh karena itu, Toyota memiliki strategi untuk bisa memproduksi kendaraan 12% lebih tinggi dibandingkan enam bulan sebelumnya.

Adapun para pemasok Toyota antara lain, Aichi Steel Corp, meyakini target produksi kendaraan masih di bawah sembilan juta unit.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini