Share

Kemenperin Minta IKM Ambil Bagian di Industri Otomotif

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Rabu 02 November 2022 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 02 312 2699547 kemenperin-minta-ikm-ambil-bagian-di-industri-otomotif-LTqOjBFgi8.JPG Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta industri kecil dan menengah (IKM) terus meningkatkan daya saing agar dapat ambil bagian rantai pasok komponen industri otomotif.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kemenperin adalah menggelar kegiatan Link and Match antara IKM dengan Agen Pemegang Merek (APM). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada industri otomotif.

Kegiatan link and match tahun ini digelar melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), PT Astra Honda Motor (AHM), Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

Kemenperin juga melibatkan Lembaga Perbankan dan Lembaga Pembiayaan Non Perbankan. Acara ini digelar untuk mempertemukan sekitar 40 IKM komponen otomotif dengan 20 tier APM.

“Strategi kemitraan ini dinilai paling efektif untuk memperkuat rantai pasok industri otomotif di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita seperti dikutip dari laman Kemenperin, Rabu (2/11/2022).

Menperin meyakini banyak manfaat lain yang bisa didapat oleh IKM melalui kegiatan link and match ini, salah satunya adalah perbaikan kualitas dan kuantitas produk, pengolahan sistem manajemen yang baik, peningkatan kompetensi SDM dan kemudahan akses pembiayaan.

Selain itu, lanjut Menperin, acara ini membuat IKM berpeluang untuk masuk ke dalam rantai pasok industri otomotif nasional. Kemudian, pelaku IKM (tier 2 dan 3) dapat masuk ke industri tier 1 untuk menyuplai komponen, aksesoris, atau suku cadang (OEM) ke para APM.

“Bagi industri besar otomotif, kemitraan dengan IKM mampu mendukung upaya peningkatan TKDN produk yang dihasilkan. Ini akan lebih banyak lagi industri dalam negeri yang dapat berkontribusi sebagai tier APM khususnya IKM,” ucap Agus.

Sekadar informasi, berdasarkan data AISI, sepanjang Januari-September 2022, penjualan sepeda motor di Indonesia mencapai 3.612.360 unit. Sedangkan ekspornya menembus angka 568.460 unit.

Sedangkan untuk periode Juli-September 2022, penjualan sepeda motor mencapai 1.365.733 atau naik 4,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.311.319 unit.

Berdasarkan dari angka tersebut dapat dilihat bahwa potensi pertumbuhan industri otomotif yang menjanjikan dan menjadi momentum APM meningkatkan kapasitas produksinya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini