Share

7 Fitur Mobil yang Jarang Digunakan di Indonesia

Fidila Anjani, Okezone · Minggu 06 November 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 06 52 2701821 7-fitur-mobil-yang-jarang-digunakan-di-indonesia-I4qfB9OlcD.jpg Ilustrasi. (Foto: Pexels)

JAKARTA - Saat membeli mobil untuk keperluan mobilitas sehari-hari, ada baiknya Anda melihat fitur-fitur yang ditawarkan. Karena, ada banyak fitur pada mobil yang sebenarnya jarang digunakan oleh orang Indonesia karena keterbatasan pengetahuan.

Padahal, fitur tersebut sebenarnya punya banyak manfaat yang dapat membantu Anda sewaktu-waktu. Tentu akan sangat disayangkan apabila membeli mobil tapi tidak memaksimalkan fitur yang disediakan.

Nah, berikut beberapa fitur canggih pada mobil yang jarang digunakan orang Indonesia:

Sunroof

Sunrof Mobil. (Foto: Pexels)

Sunrof adalah jendela kaca yang terdapat pada atap mobil. Fitur ini biasa disematkan pada mewah yang dijual dengan harga fantastis.

Namun, untuk negara tropis seperti Indonesia fitur tersebut jarang digunakan karena membuat kabin dalam mobil menjadi panas sehingga Ac harus berkerja lebih keras dalam menurunkan temperatur dan juga membuat polusi udara masuk ke dalam mobil.

Paddle shift

Paddle shift. (Foto: Istock)

Fitur satu ini dinilai kurang berharga di Indonesia yang memiliki lalu lintas padat. Hal tersebut dikarenakan paddle shift hanya bisa digunakan untuk mobil mewah yang berkendara di jalur sirkuit. Paddle shift sendiri merupakan fitur yang dapat memudahkan pengendara mengganti gigi tanpa harus melepaskan tangan dari kemudi setir.

Mode sport

Mode sport. (Foto: Unsplash)

Fitur ini kemungkinan yang sangat jarang digunakan oleh orang Indonesia, apalagi setelah kenaikan harga BBM. Fitur mode sport sendiri berguna untuk mobil melaju dengan lebih kencang. Meski begitu, fitur ini membuat bahan bakar lebih cepat terkuras.

Hal inilah yang membuat orang Indonesia malas menggunakan fitur mode sport untuk kebutuhan sehari-hari.

Child lock

	Child lock. (Foto: Kids and Car)

Fitur child lock merupakan kunci tambahan demi keamanan anak-anak. Tetapi fitur ini dinilai kurang efisien karena letak tombolnya yang tersembunyi, yakni di balik pintu baris kedua.

Padahal ketika fitur ini diaktifkan, pintu tidak akan bisa dibuka dari dalam walau tuas kunci dekat gagang pintu sudah terbuka. Sehingga membuat anak Anda lebih aman dalam perjalanan walaupun sudah mengerti cara membuka pintu.

Mode sport

Mode sport. (Foto: Unsplash)

Fitur ini kemungkinan yang sangat jarang digunakan oleh orang Indonesia, apalagi setelah kenaikan harga BBM. Fitur mode sport sendiri berguna untuk mobil melaju dengan lebih kencang. Meski begitu, fitur ini membuat bahan bakar lebih cepat terkuras.

Hal inilah yang membuat orang Indonesia malas menggunakan fitur mode sport untuk kebutuhan sehari-hari.

Child lock

Child lock. (Foto: Kids and Car)

Fitur child lock merupakan kunci tambahan demi keamanan anak-anak. Tetapi fitur ini dinilai kurang efisien karena letak tombolnya yang tersembunyi, yakni di balik pintu baris kedua.

Padahal ketika fitur ini diaktifkan, pintu tidak akan bisa dibuka dari dalam walau tuas kunci dekat gagang pintu sudah terbuka. Sehingga membuat anak Anda lebih aman dalam perjalanan walaupun sudah mengerti cara membuka pintu.

Isofix

Isofix. (Foto: Istock)

Isofix merupakan standar keselamatan bayi berupa tempat untuk mengaitkan kursi bayi yang terdapat pada kursi baris kedua atau pada sandaran kursi baris kedua. Namun fungsi ini jarang digunakan karena di Indonesia bayi lebih sering digendong atau dipangku. Selain itu, harga dari kursi bayi dinilai mahal dengan jangka pemakaian yang relatif singkat.

Cruise control

Cruise control. (Foto: Istock)

Meski dinilai dapat mengirit bahan bakar, fitur satu ini jarang digunakan oleh orang Indonesia karena takut jika pedal gas tidak dapat dikendalikan sendiri.

Ini terjadi karena Cruise control merupakan fitur yang membuat mobil berjalan pada jalan bebas hambatan tanpa perlu menginjak gas dan hanya mengendalikan kemudi setir.

Seat belt kursi belakang

Seat belt belakang. (Foto: Unsplash)

Penggunaan selt belt kursi belakang bersifat wajib menurut undang-undang, karena dapat melindungi diri dari risiko terhempas ke kursi depan saat terjadi kecelakaan. Namun fitur tersebut jarang digunakan di Indonesia karena kebanyakan orang kurang memahami pentingnya selt belt kursi belakang.

1
6

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini