Share

Jangan Remehkan Waktu Ganti Oli Mesin, Efeknya Fatal

Citra Dara Vresti Trisna, Okezone · Kamis 10 November 2022 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 87 2704644 jangan-remehkan-waktu-ganti-oli-mesin-efeknya-fatal-5kC1NAMQkN.JPG Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAKARTA – Oli mesin punya peran penting pada kendaraan. Pemilihan oli mesin dapat menentukan performa kendaraan. Oleh karena itu, pemilik mobil wajib mengetahui hal-hal mendasar seputar oli mesin agar dapat memberikan pelumas yang terbaik pada kendaraannya.

Dikutip dari laman resmi Wuling, oli mesin berfungsi melumasi komponen mesin yang bergerak agar tidak terjadi aus atau kerusakan dini.

Oli mesin berperan membantu meredam suhu yang tinggi pada komponen mesin yang bergerak. Suhu yang tetap terkontrol memungkinkan kendaraan bekerja dengan optimal.

Fungsi lain dari oli mesin adalah membersihkan hasil pembakaran. Semakin baik kualitas mesin yang digunakan. Maka semakin optimal pula pembersihan yang dilakukan. Semakin bersih mesin yang digunakan, maka performa mesin akan terjaga dengan baik.

Pemilik kendaraan juga wajib mengerti kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli mesin. Cara sederhana mengetahui kawan waktu ganti oli adalah dengan mengikuti pentunjuk di buku manual kendaraan.

Bengkel resmi mobil biasanya menetapkan waktu ganti oli mesin yang ideal adalah 5.000-10.000 km atau enam bulan sampai satu tahun sekali.

Meski begitu, itensitas waktu ganti oli mesin juga bergantung dari pemakaian kendaraan. Mobil yang sering terjebak macet di perkotaan juga harus sering mengganti oli mesin.

Jika dilihat dari tipenya, ada beberapa tipe oli mesin yang harus dipahami pemilik kendaraan, yakni: oli sintetis, oli motor gabungan sintetis, oli jarak tempuh tinggi dan oli konvensional.

Oli sintetis dibuat secara kimia agar dapat memiliki performa yang baik dibanding oli konvensional. Oli jenis ini dapat bekerja dengan baik di berbagai situasi. Sedangkan oli gabungan sintetis kerap digunakan untuk truk pikap atau SUV.

Oli jenis ini dibuat dari kombinasi antara sintetis dan organik yang mampu melindungi dari oksidasi dan tetap bekerja optimal di berbagai suhu dan membuat kendaraan hemat bahan bakar. Harga oli gabungan ini relatif lebih murah dibandingkan oli sintetis.

Oli jarak tempuh tinggi digunakan untuk mobil jenis baru yang memiliki bahan tambahan untuk mengurangi kebakaran dan kebocoran pada oli.

Kemudian oli konvensional cocok digunakan untuk obil dengan desain mesin sederhana dan untuk driver yang memiliki gaya mengemudi yang konservatif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini