Share

Stafsus Presiden: Jasa Ojek dan Kurir Online Bisa Penuhi Target 2 Juta Motor Listrik

Citra Dara Vresti Trisna, Okezone · Jum'at 11 November 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 53 2705323 stafsus-presiden-jasa-ojek-dan-kurir-online-bisa-penuhi-target-2-juta-motor-listrik-hrzZb4mprw.jpg Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAKARTA – Staf Khusus (Stafsus) Presiden Diaz Hendropriyono optimistis target presiden seputar pemakaian dua juta motor listrik dapat tercapai. Realisasi target tersebut dapat dimulai dari jasa pengiriman barang dan transportasi online di Indonesia. 

Diaz mengungkapkan, saat ini sudah terdaftar empat juta user ojek online dan pengiriman barang. Jumlah tersebut, kata Diaz, memungkinkan target presiden dapat segera tercapai.

Hal tersebut disampaikan Diaz di acara Ready to eMove yang digelar pada awal bulan lalu di The Dharmawangsa, Jakarta.

Menurut Diaz, popularitas kendaraan roda dua di Indonesia membuat target presiden dapat tercapai. Terkait harga motor listrik, lanjut Diaz, akan lebih terjangkau karena sudah ada 35 perusahaan yang memproduksi motor listrik dengan kapasitas produksi satu juta unit per tahun.

“Sedangkan mobil litrik baru ada tiga produsen mobil listrik dan kapasitasnya baru sekitar 14 ribuan unit per tahun,” kata Diaz kepada MNC Portal.

Stafsus presiden ini ingin mendekatkan dan mempromosikan motor listrik kepada perusahaan seperti Gojek, Grab, dan perusahaan pengiriman seperti SiCepat Expres untuk ikut membantu konversi ke mobil listrik.

Diaz mengungkapkan, SiCepat Express menargetkan 10 ribu motor listrik pada 2022. Sementara jasa transportasi online seperti Grab dan Gojek juga menargetkan 5.000-8.000 motor listrik dapat terealisasi tahun ini.

Ia mengklaim program konversi ini bagus dan memudahkan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong masyarakat membeli mobil listrik baru karena harga jualnya yang kompetitif.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia masih khawatir pindak ke motor listrik. Oleh karena itu, ia mengupayakan beberapa cara agar masayarakat Indonesia segera konversi ke mobil listrik.

“Kami harus memberikan insentif, seperti pengurangan pajak atau insentif-insentif lain. Jadi mendorongnya dengan kebijakan-kebijakan. Tidak bisa jika hanya mengajak mereka untuk beralih dengan menyerukan ramah lingkungan,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini