Share

Begini Hasil Uji Tabrak bZ4X, Mobil Listrik Pertama Toyota

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Jum'at 18 November 2022 23:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 52 2710577 begini-hasil-uji-tabrak-bz4x-mobil-listrik-pertama-toyota-i5mExQFx4X.png Toyota. (Foto: Antara)

JAKARTA – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meluncurkan bZ4X. Mobil listrik pertama Toyota di tanah ini menjalani uji tabrak dan mendapat nilai sempurna pada uji tabrak European New Car Assesment Programme (Euro NCAP).

Melalui hasil pengujian ini, Toyota bZ4X mendapat bintang lima setelah melakukan serangkaian pengujian. Mobil listrik terbaru ini mendapat nilai 88% untuk penumpang dewasa, 87% untuk penumpang anak-anak dan 79% untuk pejalan kaki dan 91% untuk pendukung keselamatan.

Uji tabrak yang dilakukan ini disesuaikan dengan kapasitas baterai dan motor penggerak listrik yang tersemat pada bZ4X. Fitur yang tersedia menunjang keselamatan pengendara dan penumpang.

Pada pengujian tabrak depan, mobil dilajukan dengan kecepatan 64 km per jam. Lalu ada tabrak samping dan tabrak belakang untuk melihat respon airbag serta posisi penumpang.

Sedangkan untuk perlindungan pengguna jalan atau pejalan kaki, uji coba dilakukan saat pengemudi lengah ketika ada orang menyeberang. Untuk mengantisipasi hal ini fitur safety assist akan melakukan pengereman dan menghindari tabrakan.

Selain itu, tersedia fitur Toyota Safety Sense (TTS) untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pengendara serta penumpang.

Adapun fitur lainnya adalah Toyota bZ4X terdiri dari Pre-Collison System (PCS), Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Lane Tracing Assist (LTA), dan Auto High Beam (AHB).

PCS merupakan sistem yang mencegah terjadinya kecelakaan dan ini yang membantu mendapatkan nilai 91 persen pada penilaian Safety Assists.

Dari segi mesin, Toyota bZ4X menggunakan baterai Lithium-ion berkapasitas 355 Volt yang dapat mengeluarkan tenaga 71,4 kWh. Tenaga yang dihasilkan mencapai 150 kW atau 201 hp dan torsi puncak 266,3 Nm.

Toyota bZ4X dapat menempuh jarak 500 kilomater dalam sekali pengisian bateri penuh. Mobil ini juga dilengkapi dengan Safety and Fast Charging Battery Technology System dengan 8 tahun atau 160.000 km garansi baterai.

“Sejumlah pabrikan ingin mencapai skor bagus dalam tes tahun ini karena protokol tahun depan menjadi lebih ketat dan memberikan tantangan yang lebih besar untuk pengembangan kendaraan. Pada 2023, sejalan dengan Visi 2030, Euro NCAP akan berfokus pada berbagai aspek baru,” kata Michiel van Ratingen, Euro NCAP’s Secretary General dikutip dari laman Euro NCAP, Jumat (18/11/2022).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini