Share

Pesawat Kepresidenan Disebut Paling Kecil di G20, Lihat Dulu Spesifikasinya

Citra Dara Vresti Trisna, Okezone · Jum'at 18 November 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 86 2710493 pesawat-kepresidenan-disebut-paling-kecil-di-g20-lihat-dulu-spesifikasinya-hvF9Fezb7D.JPG Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAKARTA – Ukuran pesawat kepresidenan Republik Indonesia (RI) yang lebih kecil dibandingkan pesawat kepala negara yang hadir di G20 jadi sorotan warganet.

Diketahui, pesawat kepresidenan RI merupakan jenis Boeing Business Jet (BBJ) 2 tipe 737-800. Dikutip dari laman Aerospace Technology, pesawat kepresidenan memiliki spesifikasi yang cukup mewah untuk ukuran pesawat mini.

Luas lantai pesawat kepresidenan ini mencapai lebih dari 93 meter persegi dan mampu menampung 78 penumpang di luar lounge eksekutif.

Pesawat ini menggunakan sistem komunikasi Rockwell Collins triple VHF dan komunikasi dual HF, dan sistem panggilan selektif Coltech (SelCal). Selain itu, terdapat perekam suara kopkit dengan durasi 120 menit dan perekam data penerbangan.

BBJ 2 disebut memiliki jangkauan dan kecepatan yang lebih tinggi namun memiliki tingkat kebisingan rendah. Pesawat ini juga memiliki emisi yang lebih rendah dibanding pendahulunya di Boeing 737.

Pesawat ini didesain mampu mengurangi turbulensi udara dan meningkatkan jarak tempuh, ketinggian dan jangkauan dengan minim bahan bakar.

Performa BBJ 2 didukung dengan dua mesin turbofan CFM56-7B27 hasil pengembangan CFM International, perusahaan bersama milik General Electric dari AS dan Snecma dari Perancis.

Mesin tersebut memungkinkan pesawat ini untuk dapat terbang non-stop dari New York ke London, Moskow atau Dubai.

Pesawat ini dibeli pemerintah dengan harga Rp847 miliar. Jumlah tersebut sudah termasuk dengan pabrikasi, modifikasi yang berlangsung hampir lima tahun.

Dikutip dari laman Setneg, ide pembelian pesawat kepresidenan dikeluarkan sejak tahun 2007. Sedangkan pembelian pesawat BBJ 2 telah disetujui oleh Komisi II DPR RI.

Sementara pembayaran dilakukan melalui skema kontrak dari tahun 2010 hingga 2014. Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi menilai, membeli pesawat kepresidenan jauh lebih hemat dibanding dengan menyewa pesawat komersial.

Ia menyebutkan, penghematan yang bisa dilakukan sekitar Rp114,2 miliar per tahun. Selain itu, pembelian pesawat sendiri tidak mengganggu jadwal dan kinerja maskapai kepresidenan karena harus mengatur ulang jadwal penerbangannya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini