Share

Menhub: Pakai Kendaraan Listrik Lebih Irit 75%

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Minggu 20 November 2022 23:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 20 52 2711352 menhub-pakai-kendaraan-listrik-lebih-irit-75-BEMQ7TAkSC.jpeg Sosialisasi mobil listrik. (Foto: Dephub)

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan keuntungan menggunakan kendaraan listrik. Sosialisasi tersebut disampaikan agar dapat meningkatkan tren penggunaan listrik di tanah air.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Perhubungan di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (20/11/2022). Pada kesempatan tersebut, Menhub mengungkapkan bahwa kendaraan listrik lebih irit dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

“Secara keseharian, bisa lebih irit 75 persen dalam sehari dibandingkan dengan motor BBM. Kalau biasanya mengeluarkan uang Rp100 ribu sehari (untuk BBM), ini hanya Rp25 ribu saja sudah cukup,” kata Menhub, dikutip dari laman Dephub.

Berdasarkan perhitungan Ditjenhubdat, satu liter BBM setara dengan listrik 1,2 kWh, sedangkan harga listrik per kWh adalah Rp1.444, maka, jika harga 1,2 kWh sekitar Rp1.700.

Motor listrik jauh lebih hemat dibandingkan dengan satu liter BBM yang saat ini seharga Rp10-20 ribu. Setiap 1 kWh dapat menjalankan mobil listrik sejauh 5-7 kilometer, sementara 45 kWh, kendaraan listrik dapat melaju hingga 300 km.

Sekadar informasi, untuk menarik minat pengguna kendaraan, pemerintah memberikan insentif berupa keringanan pajak, bebas ganjil-genap, diskon daya listrik rumah, dan bebas parkir.

Kementerian atau lembaga sudah diwajibkan menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. Selain itu, transportasi massal juga akan beralih ke listrik dan memperbanyak stasiun pengisian serta penukaran baterai.

Menhub juga menginstruksikan agar kendaraan dinas pemerintah pusat dan daerah menggunakan kendaraan listrik.

“Adanya Inpres mewajibkan bagi Kementerian/Lembaga untuk melaksanakannya, yang kami lakukan adalah dengan leasing (menyewa) kendaraan listrik, jadi tidak perlu membeli. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kunci bagi Kementerian/Lembaga lain,” ujar Menhub.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini