Share

Pahami 4 Jenis Oli Motor Agar Tidak Salah Pilih Pelumas

Fidila Anjani, Okezone · Senin 21 November 2022 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 87 2712023 pahami-4-jenis-oli-motor-agar-tidak-salah-pilih-pelumas-9yi7D7mol5.jpg Ilustrasi. (Foto: Istock)

JAKARTA – Oli merupakan cairan pelumas yang digunakan untuk melapisi komponen yang ada di dalam mesin motor agar dapat bekerja sempurna dan tidak terjadi keausan.

Pelumas punya peran penting dalam kinerja motor. Karena, pada komponen mesin yang bergerak tersebut tidak bergesekan satu sama lain sehingga tidak merusak mesin.

Agar kendaraan dapat awet, pemilik kendaraan harus melumasi mesinnya sehingga kinerjanya maksimal. Meski begitu, ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika memilih oli motor.

Memilih oli motor harus disesuaikan dengan jenis kendaraan. Tidak semua oli dapat digunakan untuk motor. Kesalahan dalam memilih oli dapat merusak motor Anda.

Berikut beberapa jenis oli mesin yang cocok untuk motor.

1. Oli sintetik

Oli sintetik berbahan dasar minyak bumi (mineral) yang diolah dan dicampur dengan bahan aditif. Oli sintetik bebas dari karbon reaktif karena merupakan hasil terbersih dari oli mineral.

Oli mesin memiliki sifat tidak mudah menguap serta mampu melapisi komponen kendaraan secara merata dan juga tahan pada kondisi ekstrem.

Jika dilihat dari warnanya, oli sintetik tidak cepat menghitam. Oli ini cocok digunakan untuk jenis motor tua atau motor sport yang memesinnya bekerja ekstra.

2. Oli semi sintetik

Oli jenis ini merupakan campuran dari oli mineral dengan oli sintetik. Tidak heran jika harga oli semi sintetik lebih murah dibanding oli sintetik yang murni.

Pelumas ini punya kekurangan karena mengandung karbon aktif dan mampu menghasilkan range viskositas yang lebih luas dan stabil dibanding oli mineral.

Selain itu, oli semi sintetik memiliki kadar penguapan yang jauh lebih rendah dan membuat kinerja masin menjadi lebih efisein.

3. Oli vegetable

Sesuai dengan namanya, oli vegetable dibuat dari tumbuhan jarak yang disuling menjadi minyak sehingga menghasilkan pelumas yang baik.

Oli jenis ini memiliki kualitas yang baik untuk kendaraan dan memiliki harga yang lebih mahal dibanding pelumas lainnya. Meski begitu, oli vegetable memiliki kekurangan, yakni proses oksidasi yang cepat.

Jika akan digunakan pada motor, oli vegetable tidak cocok digunakan dalam jangka panjang karena penguapannya tinggi dan tidak tahan lama.

4. Oli mineral

Oli mineral dibuat dari bahan bakar minyak bumi yang disuling dan ditambahkan dengan zat aditif. Hasil pengolahan ini disempurnakan sehingga meningkatkan fungsi dan kemampuannya.

Campuran dari dua bahan yang tidak bersenyawa membuat tingkat viskositas oli kurang stabil ketika berada di daerah bersuhu tinggi. Oli jenis ini dapat mengakibatkan kerak pada komponen mesin motor.

Keunggulan oli jenis ini adalah lebih awet serta getaran dari mesin cenderung halus saat mesin motor dingin. Harga oli mineral lebih murah dibandingkan oli sintetik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini