Share

Wow, Filipina Mulai Terapkan Pajak 0% pada Kendaraan Listrik CBU

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Selasa 29 November 2022 22:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 52 2717430 wow-filipina-mulai-terapkan-pajak-0-pada-kendaraan-listrik-cbu-WlmHMSR53d.JPG Ilustrasi Mobil Listrik. (Foto: Wuling)

JAKARTA – Pemerintah Filipina mengambil trobosan menggratiskan pajak kendaraan listrik. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat tren kendaraan listrik di Filipina.

Dikutip dari Reuters, Presiden Ferdinand Marcos Jr menghapis tarif kendaraan listrik untuk menstimulus permintaan kendaraan listrik di tengah peningkatan anggaran untuk konsumsi bahan bakar minyak.

Marcos memangkas pajak menjadi 0% pada kendaraan penumpang jenis bus, van, truk, sepeda motor, spare parts selama lima tahun. Sedangkan tarif impor berkisar antara 5-10%.

Balisacan mengungkapkan Dewan Otoritas Ekonomi dan Pembangunan Nasional (NEDA) mendukung perintah eksekutif (EO) Marcos memodifikasi tarif EV. NEDA juga sepakat untuk memotong tarif suku cadang dan komponen Ev dari 5% menjadi 1%.

“EO bertujuan untuk memperluas sumber pasar dan mendorong konsumen untuk mempertimbangkan akuisisi EV. Meningkatkan ketahanan energi dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor, dan mendorong pertumbuhan ekosistem industri EV dalam negeri,” kata Balisacan, dikutip dari Philippines News Agency (PNA).

Perubahan kebijakan ini dinilai menguntungkan pemasok kendaraan listrik seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Follow Berita Okezone di Google News

“Kami akan meninjau dampak dari kebijakan baru ini setelah satu tahun, dan kami akan melihat bagaimana kami mengkonfigurasi ulang sistemnya nanti,” ujar Balisacan.

Terkait dengan infrastruktur pengisian daya, Balisacan mengungkapkan bahwa pihaknya membuka pasar untuk lebih banyak EV.

“Sampai sekarang, jumlah kendaraan tersebut tidak terlalu besar, tetapi karena kami ingin mendorong adopsi EV, pada akhirnya akan meningkatkan permintaan sistem pendukung, seperti pengisi daya. Bahkan, bisa mengembangkan layanan bernilai tambah bagi industri kita,” ucapnya.

Di sisi lain, sebuah studi yang dilakukan oleh Frost & Sullivan pada 2021 mengungkapkan bahwa Filipina adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang punya kesiapan tertinggi mengadopsi kendaraan listrik.

Studi tersbeut juga menunjukkan bahwa hilangnya keraguan mendorong konsumen ASEAN membeli mobil listrik. Selama ini, kekhawatiran terbesar dalam memiliki EV adalah terkait infrastruktur, termasuk ketersediaan pengisian daya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini