Share

Penguasa Jalur Selatan, Ini Alasan PO Budiman Enggan Buka Trayek ke Garut

Rina Anggraeni, Okezone · Selasa 03 Januari 2023 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 03 52 2739268 penguasa-jalur-selatan-ini-alasan-po-budiman-enggan-buka-trayek-ke-garut-Zr1Ux6Zbf4.jpg Alasan PO Budiman enggan buka trayek ke Garut. (Foto: PO Budiman/Instagram/@tony_sac)

MENGUAK alasan PO Budiman enggan buka trayek ke Garut yang kerap menjadi pertanyaan busmania. Pasalnya, perusahaan otobus yang didirikan Dede Sudrajat di Tasikmalaya, 30 tahun silam itu dikenal sebagai penguasa jalur selatan Jawa Barat. 

Kala itu, perusahaan otobus tersebut mendominasi rute di kawasan Priangan Timur: Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran. Menariknya, hanya Garut di kawasan tersebut yang tidak disambangi Budiman. 

Alasan PO Budiman enggan buka trayek ke Garut. (Foto: PO Budiman/Instagram/@rezadr_024)

Alasan PO Budiman enggan buka trayek ke Garut. (Foto: PO Budiman/Instagram/@rezadr_024)

Lalu apa alasan PO Budiman enggan buka trayek ke Garut? Sekadar informasi, jalur selatan Jawa Barat didominasi tikungan tajam dengan trek menanjak dan turunan curam. Nagrek dan Gentong menjadi kawasan paling menantang menuju Garut. 

Namun menurut channel YouTube HR Project, keputusan PO Budiman untuk tidak membuka trayek ke Garut sebenarnya bukan karena medannya yang menantang. Karena toh PO bus dengan 700 armada itu dikenal kuat di jalur tersebut. 

Alasan PO Budiman enggan buka trayek ke Garut. (Foto: PO Budiman/Instagram/@ilhmprcm._)

Alasan PO Budiman enggan buka trayek ke Garut. (Foto: PO Budiman/Instagram/@ilhmprcm._)

Keputusan itu sebenarnya diambil berdasarkan kesepakatan Budiman dengan PO bus lain. Mereka sepakat untuk berbagi rezeki dengan mengatur jalur trayek. Hal itu yang menjadi alasan PO Budiman enggan buka trayek ke Garut sampai sekarang.*

BACA JUGA: Tukang Ngebut, 5 PO Bus Asal Pulau Jawa Ini Dijuluki Raja Jalanan

BACA JUGA: Sejarah PO Bus ESTO: Kejayaan Kodok Ijo Salatiga yang Redup karena Utang

Follow Berita Okezone di Google News

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini