Share

Periskop 2023: Potensi Kendaraan Listrik Tahun 2023, Masih Terkendala Infrastruktur

Citra Dara Vresti Trisna, Okezone · Sabtu 14 Januari 2023 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 14 52 2746191 periskop-2023-potensi-kendaraan-listrik-tahun-2023-masih-terkendala-infrastruktur-ZOGnpMrX6l.jpeg Ilustrasi. (Foto: Dok.Okezone)

JAKARTA – Usaha pemerintah mendorong percepatan peralihan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik mulai membuahkan hasil. Perlahan namun pasti, terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada pembelian kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Lalu, seperti apa potensi kendaraan listrik pada tahun 2023?

Menteri Perindustrian (Menperin) RI Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis potensi kendaraan listrik di Indonesia pada tahun ini semakin menuju ke arah positif. Menurut menperin menyebutkan, pihaknya optimistis Indonesia mampu memproduksi kendaraan empat juta kendaraan listrik pada 2035.

Agar dapat merealisasi, Kemenperin menyiapkan sejumlah regulasi, seperti halnya Permenperin Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengembangan Industri Kendaraan Bermotor Emisi Karbon Rendah.

Regulasi lain terkait kendaraan listrik dituangkan dalam Permenperin Nomor 28 Tahun 2020 dan Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap.

“Amanat yang diberikan kepada kami melalui Inpres Nomor 7 Tahun 2022, yaitu yang pertama melalukan percepatan pengembangan komponen utama dan komponen pendukung industri KBLBB. Kedua melakukan percepatan produksi peralatan pengisian daya atau charging station. Ketiga memberikan sosialisasi kepada kementerian atau lembaga,” kata Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI.

“Melalui ekosistem yang telah kami siapkan, diharapkan target produksi KBLBB pada 2035 mampu memproduksi 1 juta mobil (listrik). Sedangkan untuk kendaraan roda dua diharapkan Indonesia mampu memproduksi minimum 3,2 juta motor listrik,” kata Menperin.

Follow Berita Okezone di Google News

Agus mengungkapkan, saat ini jumlah KBLBB yang telah terdaftar di pemerintah hingga Septermber 2022 telah mencapai 25.316 unit yang terdiri dari 21.668 unit sepeda motor, 3.317 unit mobil listrik, 274 roda tiga, 51 unit bus, dan 6 unit mobil barang.

Di sisi lain, upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong kendaraan listrik adalah melalui peralihan angkutan massal menggunakan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Pihaknya juga mendorong agar aparatur pemerintah juga mendorong percepatan kendaraan listrik dengan mewajibkan instansi menggunakan kendaraan listrik sebagai contoh kepada masyarakat.

Langkah lain yang ditempuh Kementerian Perhubungan adalah menarik minat masyarakat dengan menyelenggarakan pameran kendaraan listrik dan talkshow yang berisi edukasi. Kedua hal tersebut direalisasikan pada rangkaian gelaran Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Art Bali, Bali Collection, Nusa Dua, Bali, pada 11-16 November 2022.

“Melalui event PKBLBB 2022, target pemerintah dalam penggunaan kendaraan listrik sebesar 132.983 unit kendaraan roda empat, 398.530 kendaraan roda dua dan 90 persen angkutan massal sudah berbasis listrik di 34 provinsi pada 2030 secara masif dapat segera terealisasi,” kata Budi Karya dalam keterangan tertulis.

Turunkan harga mobil listrik melalui insentif

Terkait rencana pemerintah mendorong peningkatan kendaraan listrik, Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) juga menyampaikan optimistik yang sama dengan pemerintah.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, pihaknya siap membantu pemerintah merealisasikan kendaraan listrik di Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya menginstruksikan kepada pabrikan untuk menghadirkan kendaraan listrik yang berkualitas.

“Hal terpenting adalah memastikan produknya ada dan harga terjangkau,” kata Jongkie, dikutip dari Antara, pada Rabu (23/11/2022).

Jongkie menyebutkan, kemungkinan produk otomotif, khususnya kendaraan listrik dapat terserap relatif tinggi karena pendapatan per kapita masyarakat di Indonesia yang masih rendah akan memaksa pabrikan kendaraan menghadirkan produk kendaraan listrik murah.

Beberapa pabrikan menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan kendaraan listrik pada tahun ini. Beberapa mobil listrik yang dipastikan hadir pada tahun ini, antara lain, DFSK Mini ev, MG, Mercedes-Benz EQE SUV, Chery EQI, Kia Niro ev, Hyundai Ioniq 6 dan BMW i7.

Agar penjualan kendaraan listrik meningkat, pemerintah menginisiasi untuk memberikan insentif berupa pemotongan harga kendaraan listrik dan hybrid. Menperin menyebutkan, syarat untuk mendapat insentif adalah kendaraan listrik tersebut harus diproduksi di Indonesia.

“Insentif akan diberikan kepada pembeli yang membeli mobil atau motor listrik yang mempunyai pabrik di Indonesia,” kata Menperin.

Insentif yang diberikan relatif cukup besar, yakni Rp80 juta untuk mobil listrik dan Rp40 juta untuk mobil hybrid. Sedangkan untuk sepeda motor, insentif yang diberikan sebanyak Rp8 juta untuk motor listrik dan Rp5 juta untuk biaya konversi motor konvensional ke listrik.

Tercatat ada beberapa mobil hybrid yang dipastikan mendapat insentif dari pemerintah, antara lain, Wuling Almaz Hybrid, Suzuki Ertiga Hybrid, dan All New Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid.

Ia mengapresiasi produsen otomotif yang mampu menjembatani masyarakat mulai menggunakan mobil listrik dengan menghadirkan kendaraan hybrid. Hal ini penting untuk dilakukan agar masyarakat mulai berpindah meski perlahan-lahan.

Karena, semua stakeholder sadar bahwa tidak mungkin masyarakat tiba-tiba berpindah dari konvensional ke kendaraan listrik sepenuhnya. Selain karena harga mobil listrik saat ini belum terjangkau, infrastruktur penunjang kendaraan listrik belum sepenuhnya siap.

Persiapan infrastruktur kendaraan listrik

Agar pertumbuhan kendaraan listrik semakin massif, pemerintah mendorong kepala daerah untuk menciptakan ekosistem kendaraanlistrik di berbagai daerah. Sebelumnya, Budi Karya sempat meminta Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartino menciptakan ekosistem kendaraan listrik.

Penyediaan ekosistem dapat dilakukan dengan cara menyediakan titik-titik stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

“Kendaraan listrik menjadi perhatian bapak Presiden. Untuk itu, dengan semakin banyaknya tempat pengisian daya, maka minat masyarakat untuk pindah ke kendaraan listrik akan semakin meningkat,” kata Budi Karya.

Instruksi tersebut diberikan karena Jakarta dianggap sebagai percontohan daerah lain dalam hal penyiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan ketenangan pada masyarakat yang hendak membeli mobil listrik.

Karena, selama ini salah satu ketakutan masyarakat membeli kendaraan listrik adalah karena infrastrukturnya belum siap. Oleh karena itu, Menhub meminta agar pemerintah DKI Jakarta untuk segera menyediakan kendaraan listrik di masing-masing gedung di Jakarta.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini