Share

Cara Mendirikan PO Bus dari Pendaftaran sampai Diizinkan Beroperasi

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Rabu 08 Maret 2023 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 08 52 2777651 cara-mendirikan-po-bus-dari-pendaftaran-sampai-diizinkan-beroperasi-Ru4jiJJllV.jpeg Ilustrasi. (Foto: Okezone/Citra D)

JAKARTA – Bisnis transportasi darat berbasis bus cukup menguntungkan apabila membuka trayek yang tepat dan manajemennya dikelola dengan baik. Lantas, bagaimana cara mendirikan perusahaan otobus (PO) di Indonesia?

Dikutip dari laman Departemen Perhubungan (Dephub), siapa pun bisa mendirikan PO bus asal memenuhi persyaratannya. Mengingat ini merupakan usaha jasa transportasi yang bertanggung jawab atas keselamatan banyak orang.

Bagi yang ingin mendirikan PO bus, langkah pertama adalah menetapkan jenis layanan, apakah itu reguler atau pariwisata. Jika memilih bus reguler, maka harus menentukan trayek atau jalur yang akan dijalani.

1. Berikut persyaratan yang harus dipenuhi agar mendapat izin angkutan:

a. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);

b. Memiliki Akta Pendirian Perusahaan bagi pemohon yang berbentuk badan usaha, akta pendirian koperasi bagi pemohon berbentuk koperasi dan tanda kependudukan untuk pemohon perorangan;

d. Pernyataan kesanggupan untuk memiliki atau menguasai 5 (lima) kendaraan bermotor untuk pemohon yang berdomisili di Pulau Jawa, Sumatera dan Bali;

e. Pernyataan kesanggupan untuk menyediakan fasilitas penyimpanan kendaraan.

2. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh Izin trayek terdiri dari persyaratan administratif dan teknis, sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:

Follow Berita Okezone di Google News

a. Persyaratan Administratif

1. Memiliki surat Izin usaha angkutan;

2. Menandatangani surat persyaratan kesanggupan untuk memenuhi seluruh kewajiban sebagai pemegang Izin trayek;

3. Memiliki atau menguasai kendaraan yang laik jalan yang dibuktikan dengan fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sesuai domisili perusahaan dan fotokopi Buku Uji Kendaraan;

4. Menguasai fasilitas penyimpanan atau pool kendaraan bermotor yang dibuktikan dengan gambar lokasi dan bangunan serta surat keterangan mengenai kepemilikan dan penguasaan;

5. Memiliki atau bekerjasama dengan pihak lain yang mampu menyediakan fasilitas pemeliharaaan kendaraan bermotor sehingga dapat merawat kendaraannya untuk tetap dalam kondisi laik jalan;

6. Surat keterangan kondisi usaha, seperti permodalan dan sumber daya manusia;

7. Surat keterangan komitmen usaha seperti jenis pelayanan yang akan dilaksanakan dan standar pelayanan yang diterapkan;

8. Surat pertimbangan dari Gubernur, dalam hal ini Dinas Provinsi atau Dinas Kabupaten atau Kota yang membidangi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berdasarkan penuturan Mas Wahid dalam video di kanal YouTube miliknya, ada beberapa poin yang perlu disiapkan seseorang yang ingin mendirikan bus. Itu diketahui setelah dirinya terjun dalam dunia penyewan bus pariwisata.

Adapun yang perlu disiapkan, kata Mas Wahid, antara lain, menyiapkan modal, mempersiapkan lahan garasi, memastikan kartu pengawasan bus masih aktif dan mempersiapkan marketing atau tim pemasaran.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini